Entah saya yang berlebihan, atau bagaimana.. Rasanya selalu ingin menangis kalau sudah mulai ingat-ingat, tanggal sekian saya sudah tidak disini, tanggal sekian saya akan ada kegiatan PPSMB, tanggal sekian ini dan itu. Saya hampir tidak bisa benar-benar menatap mata mama, papa, obi, feby, apalagi dia.
Setiap saat, saat saya didepannya, saya benar-benar tidak bisa menatap matanya. Mata ini, yang hampir separuh waktu tiap harinya ada menghabiskan waktunya, walaupun sekedar untuk menunggu dia sampai selesai mandi lalu berbagi cerita diruang TVnya sambil tertawa, duduk ditempat yg sama di cafe zaya menikmati es teh susu dan mulai bercanda dengan teman-temannya, menemani dia mengurus kerjaannya, menemani dia rapat dengan teman-temannya, ke swalayan beli coklat kesukaan kami, menemani saya membeli makanan buat sahur, naik sepeda sama-sama, dan selalu menyempatkan untuk janjian memakai baju dengan warna yg sama, ini masih sebagian kecil hal-hal yang sering saya lakukan selama saya pulang kembali.
Moment terpenting adalah ketika saya diperkenalkan dengan keluarganya, yang begitu antusias menerima saya, menghabiskan minggu pagi dengan membicarakan hal-hal apa saja yang ingin kami bicarakan. Benar-benar berat buat meninggalkan apa saja disini, walaupun untuk sementara. Dia akan menjalani harinya tanpa saya, saya akan menjalani hari tanpa dia walaupun saya tetap bisa mengetahui apa saja via telfon, bbm dan lainnya. Tetap beda rasanya, tidak bisa berhadapan langsung apalagi bersentuhan. Benar-benar harus terbiasa.
Tapi, saya selalu bersyukur sama Tuhan, atas apa yang dia berikan tiap harinya. Selalu diberikan kesempatan untuk menghabiskan separuh waktu, sampai akhirnya saya akan benar-benar beranjak. Saya selalu yakin, Tuhan pasti punya rencana yang baik untuk saya ataupun dia. Sampai kami akan berjarak pun, itu rencana Tuhan yang saya yakin, akan benar-benar membuat saya dan dia nantinya bisa bersama-sama sampai tidak ada jarak sedikitpun, amin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tidak ada komentar:
Posting Komentar