r a t i h
Senin, 18 Maret 2013
Kamis, 01 September 2011
Tuhan..
Apa yang akan terjadi lusa nanti?
Lusa akan benar-benar menghampiri, dan sampai saat ini, hati saya benar-benar belum siap. Masih belum siap. Tapi semuanya harus siap. Semuanya harus dijalani, dilewati.
Kata Pays, "Tuhan selalu memberikan apapun tanpa kita minta, tanpa dimintapun di kasih, apalagi yang diminta?"
Tuhan, tolong kabulkan permintaan saya yang ini..
tolong permudah semuanya..
Jaga hati saya, jaga hati Pays saya..
Permudah jalan saya, permudah jalan Pays saya..
Lancarkan segala urusan saya, lancarkan segala urusan Pays saya..
Kabulkan doa-doa saya, kabulkan doa-doa Pays saya..
Pertemukan saya dan Pays lagi dalam keadaan yang sama setelah semuanya..
Sayang, rindu, dan kepercayaan yang tidak pernah berkurang kadarnya..
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Minggu, 21 Agustus 2011
5 menit
Nyesek iya, marah iya, dongkol iya, dan semua-semua yang tidak mengenakan hati. Ujung-ujungnya, menangis. Seperti kata teman saya, "kita tidak tau apa saja bisa terjadi 5 menit kemudian" iya, baru saja bercanda dan tertawa, jrengggg jrenggg!! Sesuatu terjadi. Diluar dugaan. Dan sedikit kena dengan prediksi selama ini, walaupun ini agak seperti di film-film kata pacar saya.
Selalu meyakinkan diri, pasti ada jalan keluarnya. Selalu ada jalan. Seperti kata pacar saya, "segala sesuatu tidak ada yang terjadi secara instant, Selalu ada proses". Jadi, bisa dibilang kami sedang dalam proses. ibarat level, kami sedang berada di level 7. Masih akan ada yang lebih rumit dibanding ini. Selalu pikir kemungkinan terburuk, biar kita bisa memikirkan apa yang bisa kita lakukan selanjutnya. Kalau sekarang kita sedang berada dalam suatu masalah, kita mana tau 5 menit kemudian, siapa tau ada sesuatu yang menyenangkan setelah itu. Kita mana tau apa-apa saja rencana baik dari tuhan untuk kita :))
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Jumat, 19 Agustus 2011
Memori
Entah saya yang berlebihan, atau bagaimana.. Rasanya selalu ingin menangis kalau sudah mulai ingat-ingat, tanggal sekian saya sudah tidak disini, tanggal sekian saya akan ada kegiatan PPSMB, tanggal sekian ini dan itu. Saya hampir tidak bisa benar-benar menatap mata mama, papa, obi, feby, apalagi dia.
Setiap saat, saat saya didepannya, saya benar-benar tidak bisa menatap matanya. Mata ini, yang hampir separuh waktu tiap harinya ada menghabiskan waktunya, walaupun sekedar untuk menunggu dia sampai selesai mandi lalu berbagi cerita diruang TVnya sambil tertawa, duduk ditempat yg sama di cafe zaya menikmati es teh susu dan mulai bercanda dengan teman-temannya, menemani dia mengurus kerjaannya, menemani dia rapat dengan teman-temannya, ke swalayan beli coklat kesukaan kami, menemani saya membeli makanan buat sahur, naik sepeda sama-sama, dan selalu menyempatkan untuk janjian memakai baju dengan warna yg sama, ini masih sebagian kecil hal-hal yang sering saya lakukan selama saya pulang kembali.
Moment terpenting adalah ketika saya diperkenalkan dengan keluarganya, yang begitu antusias menerima saya, menghabiskan minggu pagi dengan membicarakan hal-hal apa saja yang ingin kami bicarakan. Benar-benar berat buat meninggalkan apa saja disini, walaupun untuk sementara. Dia akan menjalani harinya tanpa saya, saya akan menjalani hari tanpa dia walaupun saya tetap bisa mengetahui apa saja via telfon, bbm dan lainnya. Tetap beda rasanya, tidak bisa berhadapan langsung apalagi bersentuhan. Benar-benar harus terbiasa.
Tapi, saya selalu bersyukur sama Tuhan, atas apa yang dia berikan tiap harinya. Selalu diberikan kesempatan untuk menghabiskan separuh waktu, sampai akhirnya saya akan benar-benar beranjak. Saya selalu yakin, Tuhan pasti punya rencana yang baik untuk saya ataupun dia. Sampai kami akan berjarak pun, itu rencana Tuhan yang saya yakin, akan benar-benar membuat saya dan dia nantinya bisa bersama-sama sampai tidak ada jarak sedikitpun, amin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kamis, 21 Juli 2011
Pertemuan
Bagaimana perjalanan kami hingga sampai dititik ini, sangat panjang untuk di tuliskan. Dan mungkin tidak akan pernah cukup. Cukup memori saya dan memori dia yang merekam itu semua. Suka, duka, bahagia, hancur, cemburu, tangis, tawa, tempat dan waktu yang tidak akan terlupakan.
Ini seperti mimpi. Seperti cerita-cerita film, yang mendekati ending yang bahagia. Dan saya selalu berharap, ini akan menjadi ending yang bahagia. Ini bukan kisah yang biasa, menurut kami. Dan mungkin orang-orang disekitar saya dan disekitar dia juga akan bilang seperti itu.
Awal pertemuan yang tidak disengaja, pertemuan yang sempat masing-masing kami hindari, tapi selalu dipertemukan kembali, dan ini bukan suatu kebetulan. Terlalu banyak kebetulan. Kebetulan-kebetulan yang akhirnya, membawa saya kembali ke dia. Dia kembali ke saya. Terima kasih atas pertemuan ini ya Tuhan. Awal pertemuan inilah yang membawa kami sampai ke titik ini, dengan tidak mudah dan rumit. Pertemuan-pertemuan berikutnya, pasti akan terjadi atas kehendak-Mu. Maka pertemukan saya dan dia, dia dan saya, dalam keadaan hati kami selalu satu, satu untuk tujuan akhir kami.. "Rumah" :))
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Rabu, 20 Juli 2011
First of all..
sekarang, saya sedang sangat menyukai lagu Gravity by Sara Bareilles. Entah kenapa, pada saat mendengarkan lagu ini, saya teringat orang-orang terdekat saya. Tepatnya, teman dan pacar saya.
Selama ini, saya memang kurang dekat dengan orang tua saya, jadi teman memang tempat saya menuangkan apapun yang saya rasakan pada saat itu. Selain teman, saat ini saya ketambahan satu orang, yang menempati ruang kosong untuk urutan orang-orang terpenting dalam kehidupan saya. Yaitu pacar saya.
Orang tua, Teman dan Pacar saya, adalah orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan saya sampai hari ini. Dari saya belum mempunyai mimpi, hingga pada saat saya sudah sampai di pengantar untuk mewujudkan mimpi saya. Mewujudkan mimpi, dimana saya akan terpisah dari mereka semua. Dan akan benar-benar sendiri. Memulai dari awal, beradaptasi, bertahan, dan meneruskan.
Awal yang sangat sulit untuk orang semanja saya. Saya terbiasa melakukan apapun, hal sekecil apapun ditemani orang tua atau teman-teman saya. Pada saat saya tau, saya diterima di Fakultas Kedokteran Gigi UGM, saya yakin, kehidupan saya akan berubah total. Saya akan benar-benar sendiri. Tanpa orang tua dan teman-teman yang selalu menemani saya di situasi apapun. Saya akan tinggal dikota orang, memulai semua dari awal. Begitu juga teman-teman saya. Mereka juga akan memulai dari awal kehidupan mereka masing-masing.
Sampai saat ini, saya selalu bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah saya dapatkan selama ini. Atas nikmat yang selama ini sudah diberikan tuhan: kehidupan, kelancaran-kelancaran, rejeki, doa-doa yang sudah dikabulkan, orang tua yang baik, saudara-saudara yang baik, teman-teman yang selalu ada, pacar yang selalu ada untuk meyakinkan saya setiap saat. Terima kasih tuhan, atas segalanya. Mama, Papa, Ka Echa, Ka Iki, Oby, Feby, Dysa, Iki, Fanny, Nyna, Arif, Tiwi, Atid, Sarah, Ote, Adan. Dan kamu, Pays Aprianto. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini semua.. :)
Powered by Telkomsel BlackBerry®